Kalau kita menilik dari sumber wikipedia bahasa Indonesia,
fotografi sendiri berasal dari kata Yunani yaitu
"photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis)
adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi
berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan
merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka
cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa
dibuat.
Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan
pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah
dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan
identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut
lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk
menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah
mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur
intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO,
Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital di mana film tidak digunakan, maka
kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO. Fotografi saat ini telah berkembang menjadi sebuah gaya hidup,
hal ini dimulai semenjak munculnya era digital dan berkembangnya sosial media.
Sejarah Fotografi
Fotografi itu sendiri sudah ada sejak
tahun 1826 dan berkembang hingga sekarang. Berikut kami paparkan bukti Kronologi perkembangan fotografi dimulai dengan:
Foto Heliografi dengan subyek pemandangan yang pertama
dibuat oleh Joseph Nicéphore
Niépce pada tahun
1826.[1]
Boulevard
du Temple, fotoDaguerreotype pertama yang dibuat oleh Daguerre pada
sekitar tahun 1838-1839
Citra
berwarna yang pertama, Maxwell, 1861
Foto
berwarna yang pertama dibuat oleh Louis
Ducos du Hauron pada
tahun 1877.
High speed
photography, Muybridge, 1878
Citra
hasil pemindaian komputer digital, 1957
·
1822 – Joseph Nicéphore
Niépce membuat foto Heliografi yang pertama dengan subjek Paus Pius VII, menggunakan proses
heliografik. Salah satu foto yang bertahan hingga sekarang dibuat
pada tahun 1825.[1]
·
1826 – Joseph Nicéphore
Niépce membuat foto
pemandangan yang pertama,[1] yang
dibuat dengan pajanan selama 8 jam.
·
1835 – William Henry Fox
Talbot menemukan
proses fotografi yang baru.
·
1839 – Louis Daguerre mematenkan daguerreotype.
·
1839 – William Henry Fox
Talbot menemukan
proses positif/negatif yang disebut Tabotype.
·
1839 – John Herschel menemukan film negatif dengan larutan Sodium thiosulfate/hyposulfite
of soda yang disebut hypo atau fixer.
·
1851 – Frederick Scott Archer memperkenalkan proses
koloid.
·
1854 – André Adolphe Eugène Disdéri memperkenalkan rotating camera yang dapat merekam 8 citra berbeda
dalam satu film. Setelah hasilnya dicetak di atas kertas albumen, citra
tersebut dipotong menjadi 8 bagian terpisah dan direkatkan pada lembaran kartu.
Kartu ini menjadi inspirasi penyebutan (fr:carte de visite, bahasa Inggris:visiting card)
·
1861 – Foto berwarna yang pertama diperkenalkan James Clerk Maxwell.
·
1868 – Louis
Ducos du Hauron mematenkan
metode subtractive color photography.
·
1871 – Richard
Maddox menemukan film
fotografis dari emulsi
gelatin.
·
1876 – F. Hurter & V. C. Driffield memulai evaluasi
sistematis pada kepekaan emulsi fotografis yang kemudian dikenal dengan istilahsensitometri.
·
1878 – Eadweard Muybridge membuat sebuah foto high-speed photographic dari seekor kuda yang berlari.
·
1887 – Film Seluloid yang
pertama diperkenalkan.
·
1888 – Kodak memasarkan box camera n°1, kamera easy-to-use yang pertama.
·
1887 – Gabriel Lippmann menemukan reproduksi warna pada foto.
·
1891 – Thomas Alva Edison mematenkan kamera
kinetoskopis (motion
pictures).
·
1895 – Auguste and Louis Lumière menemukan cinématographe.
·
1898 – Kodak memperkenalkan produk kamera
folding Pocket Kodak.
·
1900 – Kodak memperkenalkan produk kamera
Brownie.
·
1901 – Kodak memperkenalkan 120 film.
·
1902 – Arthur
Korn membuat teknologi phototelegraphy;; yang mengubah
citra menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui kabel. Wire-Photos digunakan luas di daratan Eropa pada tahun 1910 dan transmisi
antarbenua dimulai sejak 1922.
·
1907 – Autochrome
Lumière merupakan
pemasaran proses fotografi berwarna yang pertama.
·
1912 – Vest
Pocket Kodak menggunakan 127 film.
·
1913 – Kinemacolor,
sebuah sistem "natural color" untuk penayangan komersial, ditemukan.
·
1914 – Kodak memperkenalkan sistem autographic film.
·
1920s – Yasujiro
Niwa menemukan
peralatan untuk transmisi phototelegraphic melalui gelombang radio.
·
1923 – Doc Harold
Edgerton menemukan xenon flash lamp dan strobe
photography.
·
1925 – Leica memperkenalkan format film 35mm pada still photography.
·
1932 – Tayangan berwarna pertama dari Technicolor bertajuk Flowers
and Trees dibuat oleh Disney.
·
1934 – Kartrid film 135 diperkenalkan, membuat kamera 35mm
mudah digunakan.
·
1936 – IHAGEE membuat Ihagee Kine Exakta 1. Kamera SLR 35mm yang pertama.
·
1936 – Kodachrome mengembangkan multi-layered reversal color film yang pertama.
·
1937 – Agfacolor-Neu mengembangkan reversal color film.
·
1939 – Agfacolor membuat "print" film modern yang pertama dengan materi
warna positif/negatif.
·
1939 – View-Master memperkenalkan kamera stereo viewer.
·
1942 – Kodacolor memasarkan "print" film Kodak yang pertama.
·
1947 – Dennis Gabor menemukan holography.
·
1947 – Harold
Edgerton mengembangkan rapatronic camera untuk pemerintah Amerika Serikat.
·
1948 – Kamera Hasselblad mulai dipasarkan.
·
1948 – Edwin H. Land membuat kamera
instan yang pertama
dengan merk Polaroid.
·
1952 – Era 3-D film dimulai.
·
1954 – Leica M diperkenalkan.
·
1957 – Asahi
Pentax memperkenalkan kamera SLRnya yang pertama.
·
1957 – Citra digital yang pertama dibuat dengan komputer oleh Russell
Kirsch di U.S. National Bureau of Standards (sekarang bernama National Institute
of Standards and Technology, NIST). [2]
·
1959 – Nikon F diperkenalkan.
·
1959 – AGFA memperkenalkan
kamera otomatis yang pertama, Optima.
·
1963 – Kodak memperkenalkan Instamatic.
·
1964 – Kamera Pentax
Spotmatic SLR diperkenalkan.
·
1973 – Fairchild
Semiconductor memproduksi
sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100
baris dan 100 kolom.
·
1975 – Bryce
Bayer dari Kodak mengembangkan pola
mosaic filter
Bayer untuk CCD color image sensor.
·
1986 – Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.
·
2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film
konsumen bermerk Agfa terhenti.
·
2008 – Polaroid mengumumkan
penghentian semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin
berkembangnya teknologi citra digital.
Jenis kamera
·
(bahasa Inggris:Camera obscura)
·
(bahasa Inggris:Analog camera) Kamera
analog
·
(bahasa Inggris:Box camera)
·
(bahasa Inggris:Brownie camera) Kamera
Brownie
·
(bahasa Inggris:Cinématographe)
·
(bahasa Inggris:Digital camera) Kamera digital
·
(bahasa Inggris:Folding camera) Kamera
folding
·
(bahasa Inggris:Instant image camera)
·
(bahasa Inggris:Kinetoscopic camera) Kamera
kinetoskopis
·
(bahasa Inggris:Large format camera) Kamera
format besar
·
(bahasa Inggris:Lomo camera)
·
(bahasa Inggris:Mammoth camera)
·
(bahasa Inggris:Medium format camera) Kamera
format medium
·
(bahasa Inggris:Pocket camera) Kamera
saku
·
(bahasa Inggris:Point&Shoot camera)
·
(bahasa Inggris:Prosumer camera)
·
(bahasa Inggris:Rapatronic camera)
·
(bahasa Inggris:Rotating camera)
·
(bahasa Inggris:Single lens reflex (SLR) camera) Kamera SLR
·
(bahasa Inggris:Stereo camera)
·
(bahasa Inggris:Twin lens reflex (TLR) camera)
·
(bahasa Inggris:View camera)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar